Kumpulan Rumus Dasar Excel 2010 Untuk Pemula

Kumpulan Rumus Dasar Excel 2010 Untuk Pemula – Untuk para karyawan atau bahkan mahasiswa jurusan tertentu semisal statistik, ekonomi dan jurusan sejenis lainnya, Microsoft Excel seakan sudah jadi makanan sehari-hari. Hal tersebut karena pekerjaan atau tugas yang dilakukan oleh orang-orang tersebut pastinya tidak akan jauh-jauh dari program olah data terkemuka besutan Microsoft ini yang membuat mereka lebih paham mengenai seluk beluk Microsoft Excel terutama mengenai rumus dasar Excel itu sendiri.

Rumus Dasar Excel 2010 Untuk Pemula

Tapi, berbeda halnya dengan Anda yang mungkin dalam keseharian jarang sekali menggunakan aplikasi Microsoft Excel ini, sehingga tentu tidak terlalu paham dan hafal terkait rumus Excel yang jumlahnya sangat banyak. Untuk Anda yang merupakan kategori pemula dan saat ini ingin belajar mengenai rumus dasar Excel, kali ini kami akan membagikan kepada Anda mengenai kumpulan rumus dasar Excel 2010 untuk pemula. Selain Microsoft Excel 2010, Anda juga bisa mengaplikasikan rumus dasar ini untuk Excel 2007, atau 2013 karena memang secara konsep masih sama. Langsung saja, ini dia kumpulan rumus lengkapnya.

1. Penjumlahan dan Pengurangan

Rumus dasar Excel yang paling mudah adalah soal penjumlahan. Untuk hal ini Anda tinggal mengetikkan tanda “=” pada tabel atau kolom rumus dan menambahkan cell yang mau dijumlah. Contoh, =B3+C3 sedangkan rumus pengurangan juga serupa dengan penjumlahan, yakni dengan terlebih dahulu menambahkan tanda “=” pada awal diikuti cell yang mau dikurangi. Contoh, =B3-C3

2. Pembagian dan Perkalian

Untuk perkalian, Anda hanya tinggal menggunakan tanda garis miring “/” diikuti dengan cell yang mau di kali. Contoh, =B3/C3. Sementara untuk perkalian juga masih sama, tapi tanda yang digunakan adalah bintang “*” diikuti dengan cell yang diinginkan. Contoh, =B3*C3

3. SUM

Rumus ini juga sebenarnya masih sama seperti penjumlahan, tapi digunakan apabila Anda mau menjumlahkan angka pada cell yang jumlahnya sangat banyak. Contoh, =SUM(B1:B20)

4. HLOOKUP dan VLOOKUP

HLOOKUP ialah sebuah fungsi untuk mengetahui atau melakukan pencarian sebuah angka/nilai dimana mencarinya adalah secara horizontal dimulai dari baris atau kolom kiri atas ke baris atau kolom kanan bawah. Rumus untuk HLOOKUP adalah =HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_number,[range_lookup]). Value adalah nilai yang dipilih untuk baris pertama dari tabel yang mau diisi. Tabel adalah urutan tabel dari kiri atas ke kanan bawah yang mau dicari nilainya. Index Number adalah nilai atau nomor urut data yang ada di tabel referensi yang akan ditulis hasilnya, untuk angkanya adalah 1, 2 dan seterusnya.  

Sementara VLOOKUP adalah kebalikannya, yaitu untuk mencari nilai namun dengan arah vertikal. Rumus VLOOKUP adalah =VLOOKUP(lookup_value,table_array, col_index_num,[range_lookup]). Lookup Value adalah nilai yang dipilih untuk membaca tabel referensi. Tabel Data adalah tabel atau cell yang mau dicari nilainya dengan urutan dari atas ke bawah. Coloumn Index Number adalah nomor urut kolom untuk membaca tabel referensi yang dimulai dari cell atau kolom paling kiri dimana diwakili dengan angka 1, 2, dst. Untuk Range Lookup bisa Anda tulis True atau False, True digunakan kalau nilai datanya tidak pasti dan False digunakan kalau nilai datanya pasti.

5. IF

IF juga sebuah fungsi yang digunakan untuk menentukan nilai dari sebuah tabel dalam dua kondisi berbeda. Sebagai contoh, rumus ini biasanya digunakan kalau seorang guru mau mencari siswanya yang harus di remedial karena mendapat nilai yang kurang bagus. Semisal, kalau nilai siswa lebih dari 6 maka tidak di remedial, sedangkan kalau nilai kurang dari 6 maka di remedial. Untuk rumus ini adalah =IF(logical_test_value,value_if_true,value_if_false).

Lihat Juga: Cara Mudah Membuat Undangan Dengan Microsoft Word 2007

6. AVERAGE

Rumus ini digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata dari sejumlah angka atau nilai. Anda tentunya harus terlebih dahulu menambahkan tanda “=” di awal diikuti dengan tulisan AVERAGE serta angka yang diinginkan. Contohnya, =AVERAGE(B1:B20)

7. MAX dan MIN

Rumus MAX digunakan kalau mau mencari nilai tertinggi yang ada pada sebuah deretan tabel dan harus berupa angka. Rumusnya adalah =MAX(number1,[number2],…). Sebagai contoh, =MAX(B1:B10). Sementara rumus MIN adalah kebalikannya. Rumusnya adalah =MIN(number1,[number2],…). Contoh, =MIN(B1:B10).

8. COUNT

Rumus COUNT dipakai kalau Anda mau menghitung jumlah data (bukan nilai penjumlahan angka) pada sebuah tabel atau biasa disebut data argument. Rumusnya adalah =COUNT(value1;value2).

9. OR

Rumus ini digunakan untuk mengetahui atau menghasilkan nilai benar (true) kalau salah satu argument benar. Rumusnya adalah =OR(logika1,logika2).

10. AND

Menghasilkan atau mengetahui nilai benar (true) kalau semua argument benar. Rumusnya adalah =AND(logika1,logika2).

Demikianlah kumpulan rumus dasar Excel 2010 untuk pemula yang harus Anda ketahui dan bila perlu hafalkan karena saat bekerja, rumus ini bisa dipastikan selalu terpakai sehingga punya manfaat yang sangat besar untuk kemudahan pekerjaan atau aktivitas Anda yang menggunakan Microsoft Excel. Semoga info kali ini bisa membantu.

Kumpulan Rumus Dasar Excel 2010 Untuk Pemula | ikbal fauzi | 4.5